Kamis, 19 Februari 2015

MARI BERUMROH

Jakarta 1 Januari 2015. Pagi hari Kamis 1 Januari 2015 terasa lebih sepi dibanding hari-hari kemarin, sebagian besar warga kota Jakarta mungkin masih terlelap dalam tidur mereka setelah hiruk pikuk perayaan pergantian tahun yang berlangsung beberapa jam yang lalu. Hari ini jamaah Umroh JMBI Jakarta akan memulai perjalanan ibadah mereka ketanah suci Madinah dan Mekkah. Mereka akan menjadi tamu Rasulullah SAW dan menjadi tamu di Baitullah. Setelah 30 menit memacu kendaraan di jalan bebas hambatan bersama keluarga yang ikut mengantar ke Bandara Soekarno Hatta, kami sampai di Bandara 2 SHIA. Seperti biasa sebagian jamaah terlihat telah hadir dan terpencar dalam berbagai hajat mereka sebelum proses keberangkatan dimulai. beberapa diantaranya menyempatkan diri untuk sarapan, dan sebagian lainnya lebih suka untuk duduk dan memperhatikan aktifitas disekelilingnya. Hari ini kami akan terbang bersama Lion Air, maskapai penerbangan swasta nasional yang biasa kami pergunakan dalam membawa tamu-tamu Rasulullah dan Tamu Allah Subhanahuwata'ala. Pukul 09.30 waktu yang dinantikan tiba, saat pamit kepada keluarga disertai permohonan maaf kepada sanak saudara dan tetangga yang mengantar jamaah mulai meninggalkan aktifitas dan kesibukan dunia menuju hari-hari penuh ibadah dan pengharapan pengampunan dan Allah Ta'ala.
Setelah 9 Jam terbang kami sampai di Terminal Haji Bandar Udara King Abdul Aziz Jeddah Kebersamaan jamaah mulai terbentuk karena kini teman seperjalananlah yang menjadi saudara dan orang yang dihandalkan dalam melaksanakan ibadah. Lebih kurang satu jam proses di imigrasi dan loading travelbag kekendaraan bis Dallah yang kami tumpangi, perjalanan menuju Mekkah untuk berumrohpun dimulai. Kalimat talbiyah yang dilantunkan dengan khusuk dan berharap agar ibadah uimroh dapat dilaksanakan dengan baik dan benar seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW serta menyesali lisan yang sia-sia, tindakan yang mendurhakai Allah membuat air mata tak dapat dibendung, betapa banyak dosa yang berharap dapat ampunan dari Khalik yang kini mengundang diri yang nista karena dosa. Ya ghafururrahiiim ampuni hamba Mu yang bodoh ini, yang tidak mentaati perintah Mu, yang sering lalai dalam beribadah kepada Mu namun Rahman dan Rahim Mu tetap tercurah kepada kami. Terimalah Taubat Kami, terimalah amal ibadah kami semampu yang dapat kami kerjakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar